Pengajar Plus - Komunitas Guru Indonesia

Email Cetak PDF

Kembali Di Temukannya Fosil Manusia Purba

fosilBaru-baru ini, jejak manusia purba di Goa Song Genthong Tulungagung ditemukan oleh tim arkeologi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Universitas Erlangga Surabaya. Mereka meminta pemerintah daerah membebaskan kawasan tersebut dari aktivitas penambangan.

Selama empat hari, tim arkeolog yang beranggotakan Rusyad Adi Suriyanto, Toetik Koesbardiati, dan Agus Tri Hascaryo menemukan jejak manusia purba, di antaranya sisa-sisa hewan atau ekofak, sisa peralatan hidup seperti peralatan batu dan tembikar atau artefak. "Ini bukti adanya kehidupan manusia purba," kata Rusyad. Di Desa Besuki, Kecamatan Besole tim juga menemukan mata rantai kehidupan biologis manusia purba. Di sana terdapat sungai yang mengalir tepat di depan Goa Song Genthong, yang diyakini sebagai sumber garam dan cairan bagi manusia purba.

Dari sekian banyak petunjuk tersebut, temuan paling menguatkan keberadaan manusia purba ini adalah rahang bawah dan gigi-gigi makhluk Carnivora dari Ceon Javanica, Tapirus, dan sebagian lainnya. Tim juga menemukan bagian ujung atas tulang tibia kiri manusia purba di lokasi itu. Mereka diperkirakan masih terikat kekerabatan dengan Homo Wajakensis yang ditemukan di Tulungagung. "Kami akan lakukan uji DNA atas benda-benda ini," kata Rusyad.

Tim berharap Pemerintah Tulungagung mensterilkan kawasan tersebut, mengingat saat ini banyak warga yang menambang marmer di sekitar lokasi penemuan. Pekerjaan yang telah mereka geluti selam bertahun-tahun dan tak bisa dihentikan.

Tim Kajian Sejarah Sosial dan Budaya (KS2B) Tulungagung sebelumnya menemukan sedikitnya 157 fosil benda purbakala di Dusun Mbolu, Desa Ngepo, Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, yang ditengarai sebagai sampah manusia purba atau Kjokken Maddinger yang telah berumur lebih tua dari manusia purba pertama Homo Wajakensis.

Ketua KS2B, Triyono meyakini Kjokken Maddinger sudah ada pada zaman Mesolitikum. Usia barang-barang prasejarah yang berwujud tulang, terumbu karang dan gastropoda atau sejenis siput, cangkang kerang, keong dan tiram diperkirakan antara 20.000–40.000 tahun sebelum Masehi. “Sementara Homo Wajakensis berusia di bawah 15.000 tahun sebelum Masehi," katanya.

 

 

*Sumber : tempo.co/Kartika Maharani