Pengajar Plus - Komunitas Guru Indonesia

Email Cetak PDF

Hibernasi Bisa Diberlakukan Pada Kehidupan Manusia

hibernasiPara ilmuwan di Alaska mengatakan telah menemukan cara untuk membuat tupai hibernate, sebuah proses yang dapat digunakan untuk menjaga fungsi otak pada manusia yang menderita stroke atau serangan jantung.

Hibernasi adalah strategi bertahan hidup yang penting bagi beberapa hewan dan ilmuwan telah lama berpikir bahwa hal ini bisa diterapkan bagi kelangsungan hidup manusia. Para ilmuwan di University of Alaska Fairbanks telah berhasil menunjukkan bagaimana proses dimulai. Penelitian mereka diterbitkan dalam edisi  The Journal of Neuroscience.

Ketika hewan berhibernasi, mereka memiliki denyut jantung yang berkurang dengan aliran darah yang mirip dengan seseorang dalam keadaan serangan jantung, namun hibernator tidak menyebabkan kerusakan pada otak. "Memahami kualitas saraf dari hewan hibernate dapat menyebabkan pengembangan obat atau terapi untuk menyelamatkan nyawa orang pasca stroke atau serangan jantung," kata Kelly Drew, penulis senior dan profesor UAF kimia dan biokimia di Institut Arktik Biologi.

Hewan hibernate bertahan dengan mengurangi metabolisme tubuh mereka, dimana suatu kondisi yang disebut mati suri, dengan mengkonsumsi oksigen serendah satu persen dari tingkat metabolisme ketika istirahat dan suhu inti tubuh berada pada suhu di bawah titik beku. Seperti semua hewan dan manusia, tupai tanah Arktik menghasilkan molekul yang disebut adenosin yang berfungsi memperlambat aktivitas sel saraf. "Ketika seekor tupai mulai hibernate dan ketika Anda merasa mengantuk, itu karena molekul adenosin telah melekat pada reseptor otak Anda," kata Tulasi Jinka, penulis utama dan IAB rekan post-doktoral di laboratorium Drew.

Jinka dan Drew kini memperluas penelitian adenosin mereka untuk tikus, yang memiliki fisiologi mirip dengan manusia. "Tikus memungkinkan kita untuk bergerak menuju mampu menerapkan penelitian ini untuk manusia," kata Jinka.

 

 

 

*Sumber : medicalxpress.com/Kartika Maharani